1. Evaluasi Kinerja PPKB SUB dan Kader Posyandu
Pemerintah Desa Tutulo melakukan evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas kader di lapangan. Fokus utamanya adalah memastikan koordinasi program KB dan pelayanan posyandu berjalan beriringan guna menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu-anak.
PPKB SUB (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa/Sub): Evaluasi difokuskan pada capaian pemutakhiran data keluarga, penyuluhan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana), serta efektivitas KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) kepada pasangan usia subur (PUS) untuk mencegah kehamilan 4T (Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu dekat, Terlalu banyak).
Kader Posyandu: Evaluasi mencakup kedisiplinan pencatatan buku KIA/KMS, akurasi penimbangan dan pengukuran balita (antropometri), serta keaktifan kader dalam melakukan kunjungan rumah (sweeping) bagi balita yang tidak hadir pada hari H Posyandu.
2. Distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh Koordinator SPPG
Penyampaian distribusi MBG oleh Koordinator SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi) menjadi agenda inti yang menyatukan peran PPKB SUB dan Kader Posyandu. Keberhasilan program pusat ini di tingkat desa bertumpu pada validitas data pertukaran di lapangan.
Alur Kerja & Mekanisme Distribusi
3. Rekomendasi Penguatan Kerja Sama di Desa Tutulo
Untuk memaksimalkan dampak dari evaluasi dan distribusi MBG ini, Pemerintah Desa Tutulo dapat mendorong beberapa langkah taktis berikut:
Pemanfaatan Insentif/Operasional Kader: Memastikan ketepatan waktu pemberian insentif APBDes bagi kader guna menjaga motivasi kerja di lapangan.
Integrasi Menu MBG dengan Bahan Lokal: Koordinator SPPG dapat memberikan pelatihan pengolahan pangan lokal yang murah dan bergizi tinggi kepada para kader, sehingga pemenuhan gizi mandiri tetap berlanjut setelah program distribusi selesai.
Digitalisasi Pelaporan Ringan: Mendorong penggunaan grup koordinasi berbasis pesan singkat (WhatsApp) untuk pelaporan kendala distribusi MBG secara real-time kepada Pemerintah Desa dan SPPG.








0 comments:
Posting Komentar