INFORMASI TERBARU

BLT DD BULAN MEI 2026 TERSALUR

Pemerintah Desa Tutulo Salurkan BLT Bulan Mei 2026 Kepada 12 KPM Penyaluran BLT Dana Desa Bulan Mei 2026 berlangsung tertib dan lancar, seba...

STRUTUR ORGANISASI TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA TUTULO

BACA INFORMASI LAINNYA DIBAWAH INI...!!

Sabtu, 31 Desember 2022

SEJARAH DESA TUTULO

Dari Warisan Masa Lalu Menuju Masa Depan Gemilang

Kisah lahirnya Desa, perkembangan masyarakat, serta perjalanan pemerintahan yang menjadi fondasi kemajuan Desa Tutulo Kecamatan Botumoito Kabupaten Boalemo

A. Asal-Usul Desa Tutulo

Desa Tutulo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Secara historis, kawasan ini merupakan sebuah pemukiman yang terletak di pesisir Teluk Tomini dengan bentang alam berupa semenanjung pantai yang kaya akan sumber daya alam. Lokasinya berada sekitar 10 kilometer di sebelah barat Tilamuta, yang pada masa lampau merupakan Ibu Kota Kewedanaan Boalemo dan saat ini menjadi Ibu Kota Kabupaten Boalemo.

Pada masa awal keberadaannya, wilayah ini didominasi oleh hutan bakau yang lebat atau dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan sebutan Tangalo. Kawasan pesisir tersebut memiliki potensi perikanan yang melimpah, sementara daratan yang luas dan subur sangat mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan. Kondisi alam yang demikian menjadikan wilayah ini sebagai tempat yang menarik untuk dijadikan pemukiman dan sumber penghidupan masyarakat.

B. Legenda dan Asal Nama Tutulowa

Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun oleh para orang tua terdahulu, wilayah ini dahulu dikenal dengan nama Tutulowa. Nama tersebut berasal dari kata motutulowa dalam bahasa Gorontalo yang berarti mengintip atau mengawasi secara diam-diam.

Sebelum tahun 1941, jumlah penduduk asli Gorontalo (Hulondalo) yang menetap di wilayah ini masih sangat sedikit. Pada masa itu, masyarakat yang mencari ikan di laut sering menghadapi ancaman dari kelompok bajak laut yang berlabuh di kawasan pesisir dan hutan bakau sekitar pantai.

Para bajak laut tersebut diyakini berasal dari wilayah Mindanao, Filipina Selatan, yang oleh masyarakat setempat disebut Mangginano. Selain itu, terdapat pula kelompok bajak laut yang berasal dari Pulau Tobelo, Maluku Utara. Kedua kelompok tersebut sering terlibat konflik dan perebutan wilayah, sehingga kawasan pesisir Tutulowa menjadi daerah yang rawan dan penuh ancaman.

Masyarakat yang hendak melaut harus selalu waspada. Sebelum mencari ikan, mereka terlebih dahulu melakukan pengamatan dari balik rimbunnya pohon bakau untuk memastikan tidak ada bajak laut yang sedang mengintai. Aktivitas saling mengintai antara masyarakat dan para bajak laut ini dikenal dengan istilah motutulowa.

Karena peristiwa tersebut sering terjadi dan berlangsung dalam kurun waktu yang panjang, masyarakat kemudian menyebut kawasan itu dengan nama Tutulowa, yang berarti tempat terjadinya aktivitas saling mengintai.

C. Perkembangan Permukiman Masyarakat

Seiring berjalannya waktu, kabar mengenai kekayaan hasil laut dan kesuburan tanah Tutulowa tersebar luas hingga ke berbagai wilayah di daratan Gorontalo (Datahu Hulondalo). Banyak masyarakat yang tertarik untuk datang dan menetap guna membuka lahan pertanian dan perkebunan.

Mereka datang secara berkelompok menggunakan perahu dengan membawa perlengkapan serta alat pertahanan diri seperti parang, tombak, dan panah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman bajak laut yang masih sering muncul di kawasan tersebut.

Setelah menetap, masyarakat mulai membuka lahan pertanian dan membangun kehidupan baru. Ketika hendak melaut, mereka melakukannya secara bersama-sama untuk menjaga keamanan. Bertambahnya jumlah penduduk yang menetap di kawasan ini membuat para bajak laut semakin enggan datang. Lambat laun, ancaman tersebut menghilang dan wilayah Tutulowa berkembang menjadi kawasan pemukiman yang aman dan produktif.

D. Pembentukan Kampung Tutulo

Pada tahun 1942, atas prakarsa Jogugu Hyppi, yang saat itu menjabat sebagai Jogugu Kewedanaan Boalemo, dibentuklah sebuah kampung baru dengan nama Tutulo. Nama tersebut diambil dari kata Tutulowa sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan asal-usul wilayah tersebut.

Pada awal pembentukannya, pemerintahan kampung masih mengalami kekosongan kepemimpinan. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Jogugu menunjuk Radjak Otoluwa atau yang lebih dikenal dengan nama Tiyipilo, Kepala Kampung Botumoito, untuk merangkap sementara sebagai Kepala Kampung Tutulo.

Tidak lama kemudian, jabatan Kepala Kampung diserahkan kepada Faris Suko, yang dikenal dengan sebutan Taudaa Lolamu. Namun, masa kepemimpinannya juga berlangsung singkat. Selanjutnya, Jogugu menunjuk Abdul Kadir Saidi atau yang dikenal dengan nama Tihundu sebagai Kepala Kampung berikutnya.

Ketiga kepala kampung tersebut berasal dari luar wilayah Tutulo. Pergantian kepemimpinan yang berlangsung dalam waktu relatif singkat menunjukkan bahwa kondisi pemerintahan saat itu masih belum stabil.

Untuk menciptakan stabilitas pemerintahan, pada pertengahan tahun 1942 Jogugu kemudian menunjuk Djulu Djakatara, putra asli Tutulo, sebagai Kepala Kampung. Di bawah kepemimpinannya, pemerintahan kampung berjalan lebih stabil dan berkelanjutan hingga tahun 1963.

E. Pelestarian Nama Tutulowa

Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah lahirnya desa dan agar nama Tutulowa tetap dikenang oleh generasi penerus, pada masa pemerintahan Kepala Desa Umar K. Ahmad periode pertama tahun 2004 dilaksanakan musyawarah desa yang dihadiri oleh Pemerintah Desa, BPD, LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Dalam musyawarah tersebut disepakati pembagian wilayah Desa Tutulo menjadi lima dusun. Atas usulan mantan Kepala Desa A.R. Tuliabu, dusun kelima kemudian diberi nama Dusun Tutulowa sebagai simbol pelestarian sejarah dan identitas desa.

F. Kondisi Geografis Desa Tutulo

Secara geografis, Desa Tutulo berada di wilayah Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Desa ini merupakan salah satu desa tertua di wilayah Kecamatan Botumoito dan telah berkembang jauh sebelum terbentuknya Kabupaten Boalemo.

Adapun batas-batas wilayah Desa Tutulo adalah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Potanga.

  • Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Teluk Tomini.

  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Patoameme.

  • Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Patoameme.

Dengan posisi geografis yang strategis di pesisir Teluk Tomini, didukung oleh sumber daya perikanan, pertanian, dan perkebunan yang melimpah, Desa Tutulo terus berkembang sebagai desa yang memiliki sejarah panjang, kekayaan budaya, serta potensi pembangunan yang besar.

Penutup

Sejarah Desa Tutulo merupakan warisan berharga yang mencerminkan perjuangan, keberanian, dan semangat masyarakat dalam membangun kehidupan di tengah berbagai tantangan pada masa lampau. Kisah tentang Tutulowa bukan hanya menjadi bagian dari sejarah lokal, tetapi juga menjadi identitas yang memperkuat jati diri masyarakat Desa Tutulo hingga saat ini.

Melalui pelestarian nilai-nilai sejarah tersebut, diharapkan generasi penerus dapat memahami asal-usul desanya, menjaga persatuan masyarakat, serta melanjutkan pembangunan demi terwujudnya Desa Tutulo yang maju, mandiri, dan sejahtera.


0 comments: